Tempat Wisata yang Di Yakini Buat Hubungan Asmara Hancur

Tempat Wisata yang Di Yakini Buat Hubungan Asmara Hancur

Tempat Wisata yang Di Yakini Buat Hubungan Asmara Hancur – Banyak orang yang menjalani hubungan pada awalnya hanyalah sebagai ajang coba-coba. Jika pasangannya adalah orang yang asyik dan menyenangkan, maka akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Jika tidak, maka hanya sebatas saling mengenal selama beberapa bulan saja, lalu putus.

Padahal, menjalani hubungan itu harus dengan rasa cinta dan komitmen satu sama lain.

Sedangkan Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa Deposit IDNPlay Pulsa 10000 pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Boleh percaya, boleh tidak, sejumlah destinasi wisata Indonesia ini dianggap tidak pas buat pelesiran pasangan yang baru pacaran. Sebab, bisa-bisa hubungan asmara putus sepulang dari sini.

Mitos itu bukan cuma ada di satu destinasi wisata di Indonesia. Bukan cuma di Pulau Jawa, namun juga luar Jawa.

1. Pulau Kemaro, Palembang
Pulau di tengah Sungai Musi

Pulau Kemaro berada di tengah Sungai Musi. Luasnya, ±79 hektare di ketinggian 5 mdpl.

Pulau Kemaro merupakan kawasan dengan nuansa Tionghoa dan kehidupan asli masyarakat Palembang. Di sini terdapat Pagoda berlantai 9, makam putri Sriwijaya, Klenteng Hok Tjing Rio, dan Kuil Buddha.

Nah, soal asmara ada legenda yang menyertai Pulau Kemaro. Peninggalannya berupa makam putri Sriwijaya, Siti Fatimah, itu.

Menurut legenda setempat yang tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio, pada zaman dahulu, datang seorang pangeran dari Negeri China, bernama Tan Bun An. Dia datang ke Palembang untuk berdagang.

Ketika menemui Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Dia pun jatuh hati. Rupanya, Siti Fatimah juga naksir.

Mereka pun menjalin kasih dan berniat untuk ke pelaminan. Tan Bun An mengajak sang Siti Fatimah ke China untuk melihat orang tua Tan Bun Han. Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang.

Mereka dibekali tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi Tan Bun Han ingin melihat hadiah emas di dalam guci-guci tersebut. Tetapi, isinya sayur-mayur. Tan Bun Han membuangnya ke sungai. Nah, guci terakhir terjatuh di atas dek dan pecah. Ternyata isinya emas.

Tan Bun Han berniat mengecek guci lain dan terjun ke sungai. Tapi, sejak itu dia tidak pernah naik ke daratan lagi. Siti Fatimah kemudian menyusul dengan terjun ke Sungai Musi. Tapi, nasibnya serupa, tidak kembali.

Sejak itu dipercaya, siapa saja yang pacaran dan pelesiran ke sana dipercaya tidak akan awet.

2. Grojogan Sewu, Karanganyar
Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu

Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun di Jawa Tengah, tepatnya berada di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar.

Traveler diimbau untuk menyiapkan fisik yang oke saat liburan ke sini. Sebab, ada sekitar 1250 anak tangga yang harus dilewati dengan trek turun saat menuju air terjun dan mendaki ketika kembali ke gerbang masuk.

Selain keindahan air terjun setinggi 80 meter, Grojogan Sewu memiliki mitosnya sendiri. Yakni, pada jembatan yang ada tepat di hadapan air terjun itu, jembatan pegat.

Jembatan pegat itu merupakan spot terbaik untuk berfoto namun diyakini bisa bikin pasangan yang belum menikah putus andai melewati jembatan itu. kalau sudah suami istri sih aman. Katanya.

3. Candi Prambanan, Yogyakarta
Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Lokasinya di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman.

Kisah legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso menyertai pendirian Candi Prambanan. Roro Jonggrang meminta seribu candi kepada Bandung Bondowoso yang jatuh hati padanya.

Bandung Bondowoso menyanggupinya dan meminta bantuan jin untuk menyelesaikan permintaan Roro Jonggrang itu. makanya, permintaan Roro Jonggrang nyaris terpenuhi dalam semalam. Nah, pada candi ke-99 Roro Jonggrang seolah-olah membuat fajar datang lebih cepat. Jin pun terkecoh dan pergi.

Akal-akalan Roro Jonggrang itu membuat Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung candi. Legenda inilah yang dipercaya membuat pasangan yang belum menikah yang berkunjung ke tempat ini bisa putus.

4. Pohon Beringin Kembar di Alun-alun Kidul Yogyakarta
Pohon beringin kembar di Alun-alun Kidul

Pohon beringin kembar ini menjadi salah satu destinasi wisata Yogyakarta. Tak sedikit traveler yang penasaran untuk coba-coba melewati dua pohon beringin ini dengan mata tertutup.

Rupanya, ada kisah yang menyertai dan soal asmara. Bagi pasangan yang gagal melewati beringin kembar dengan mata tertutup maka hubungan bakal putus. Mitos tersebut berdasarkan legenda Putri Sultan Hamengkubuwono I yang meminta syarat untuk melewati dua beringin kembar di tengah alun-alun.

Mitos itu bermula dari perjodohan putri Sultan Hamengkubuwono I. Sultan ingin putrinya menikah dengan salah satu pria pilihannya. Putri merasa tidak cocok dengan pria tersebut dan menolak dengan cara halus, meminta agar pria yang dijodohkan itu harus bisa melewati beringin kembar dengan mata tertutup.

Eh, pria itu gagal. Kemudian, Sultan HB I malah menganggap bahwa cuma pria yang berhati tulus dan bersih yang bisa melaksanakannya. Akhirnya sih happy ending, seorang pria dari Siliwangi mampu melaksanakan syarat itu. Putri pun menikah dengan pria yang mitosnya seorang yang memiliki sifat baik dan tulus mencintai sang putri.

5. Tanjakan Cinta Gunung Semeru
Gunung Semeru

Tanjakan Cinta merupakan bagian jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur. Rute ini akan dilewati pendaki untuk menuju kawasan yang lebih tinggi tepat setelah melewati Ranu Kumbolo.

Jalur ini berupa trek tanjakan panjang tanpa tempat landai. Mitos tanjakan cinta ini berawal dari sepasang kekasih yang sudah bertunangan, mendaki gunung Semeru bersama. Ketika melewati jalur ini, pendaki pria sampai di atas lebih dulu. Tapi, pendaki wanita terjatuh dan meninggal dunia.

Kisah inilah yang menjadi mitos jangan menoleh ke belakang saat mendaki bersama pasangan, karena bisa menyebabkan hubungan putus.

6. Air Terjun Coban Rondo di Malang
Coban Rondo

Air Terjun Coban Rondo itu ada di Pujon, Malang, Jawa Timur. Ketinggiannya sekitar 84 meter.

Coban Rondo sebenarnya merupakan bagian dari kelompok air terjun bertingkat (dimulai dengan air terjun kembar bernama Coban Manten yang bergabung menjadi satu dinamakan Coban Dudo, dan kemudian mengalir ke bawah dengan nama Coban Rondo).

Air Terjun Coban Rondo ini memiliki legenda kisah asmara antara Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Mereka memutuskan untuk menikah.

Setelah beberapa hari menikah, Dewi Anjarwati mengajak Raden Baron Kusumo untuk mudik ke Gunung Anjasmoro. Niat itu ditentang oleh orang tua Dewi Anjarwati.

Menurut tradisi Jawa kuno, pengantin baru dilarang bepergian sebelum usia pernikahan mencapai 35 hari. Diyakini, itu bisa mendatangkan kesialan bagi pasangan tersebut. Tetapi mereka ngotot pergi.

Di tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelono. Rupanya orang asing itu terpikat kecantikan Dewi Anjarwati pada pandangan pertama.

Joko Lelono mengajak duel Raden Baron Kusumo berduel untuk mendapatkan Dewi Anjarwati. Sang istri diminta untuk menyembunyikan diri di balik air terjun sembari menunggu suaminya datang menjemput. Tapi, Raden Baron Kusumo dan dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam pertarungan.

Janji Raden Baron Kusumo untuk menjemput istrinya tak bisa dipenuhi. Tinggallah Dewi Anjarwati yang menjanda meratapi nasibnya di balik air terjun.

7. Jembatan Merah Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor

Jembatan Merah Kebun Raya Bogor mencolok ketimbang sekelilingnya. Jembatan itu membentang di atas Sungai Ciliwung dengan panjang 20 meter.

Sejatinya, nama jembatan itu adalah Jembatan Gantung Hulu, tapi warnanya yang mencolok itu membuat jembatan tersebut lebih kondang dengan Jembatan Merah.

Jembatan Merah memiliki mitos jika ada pasangan kekasih melewati jembatan itu, hubungannya bisa kandas. Konon, pada zaman dahulu seorang noni Belanda dan pria pribumi yang jatuh cinta. Tapi, tidak direstui oleh orang tua mereka.

Noni Belanda memilih untuk bunuh diri dengan terjun dari jembatan dan kekasihnya menyusul.