Sejarah Ragunan, Kebun Binatang Di Indonesia Pertama

sejarah ragunan

Sejarah Ragunan – Baru-baru ini saja Pemprov DKI Jakarta menggelar live virtual. Dari Taman Margasatwa Ragunan dalam rangka untuk merayakan HUT Dki Ke-439 pada hari selasa 22 juni 2020.

Dimana salah satu ikon wisata ibu kota ini baru saja resmi dibuka kembali setelah memang sempat ditutup dua minggu terakhir akibat dari pandemi corona. Selain menampilkan update terkini terdapat kondisi Ragunan, ada juga beberapa informasi menarik yang dibagikan dalam live virtual tersebut.

Baca Juga: Beberapa Jenis Hewan Peliharaan Lucu

Salah satunya adalah mengenai sejarah singkat dari Ragunan yang ternyata diinisiasi oleh seorang pelukis legendaris.

Disebutkan bahwa pada awalnya, Ragunan didirikan pada tahun 1864 di atas lahan seluas 10 hektar yang dihibahkan oleh pelukis Raden Saleh. Kala itu, Raden Saleh menghibahkan pekarangan rumahnya yang berada berada di Jalan Cikini Raya.

Sejarah Ragunan

Kebun binatang itu kemudian dia beri nama Planten en Direnteuin. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut diganti menjadi Kebun Binatang Cikini pada 1949.

Tepat pada tahun 1964, kebun binatang ini dipindahkan ke daerah Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan di atas lahan seluas 30 hektar. Lahan ini dihibahkan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dua tahun setelahnya, namanya kembali diganti menjadi Taman Margasatwa Ragunan.

Kini, Ragunan berdiri di atas lahan seluas 147 hektar dengan koleksi 200 jenis satwa yang totalnya mencapai lebih dari 2.000 ekor. Satwa-satwa tersebut terbagi menjadi beberapa kategori aplikasi s128 apk seperti karnivora yang mencakup harimau, singa, dan macan tutul.

Kemudian ada satwa berjenis herbivora seperti rusa, jerapah, dan gajah. Lalu ada berbagai macam burung dan reptile, serta tidak ketinggalan pula beberapa jenis primata. Seluruh satwa tersebut dirawat dengan konsep open zoo, agar mereka merasa berada di habitat aslinya.”

Baca Juga: Cara merawat Anjing yang sangat harus kamu ketahui

Nah, bila Anda tertarik menyambangi ragunan di masa transisi new normal ini, perlu diketahui bahwa reservasi tiket hanya dilakukan secara online. Selain itu hanya pengunjung dengan identitas atau KTP DKI Jakarta saja yang diperkenankan masuk.