Kafe Berkonsep Kucing Jadi Idaman di Seluruh Belahan Dunia

Kafe Berkonsep Kucing Jadi Idaman di Seluruh Belahan Dunia

Kafe Berkonsep Kucing Jadi Idaman di Seluruh Belahan Dunia

Kafe Berkonsep Kucing Jadi Idaman di Seluruh Belahan Dunia – Pernahkah Anda memikirkan ketika duduk bersantai di sebuah kafe sambil minum teh ditemani oleh kucing-kucing lucu? Akhir-akhir ini kafe bertema kucing lucu tak hanya menjadi budaya di Jepang maupun Korea, tetapi juga belahan dunia lainnya.

Walaupun kafe kucing pertama didirikan di Taiwan tahun 1998, konsep ini lalu berkembang di Jepang dan Korea, terutama dalam dekade terakhir.

Tren kafe kucing mengalami peningkatan, setiap minggu berita baru tentang kafe kucing sering bermunculan.

Beberapa bulan lalu, Uni Emirat Arab juga membuka kafe kucing pertama kalinya di Dubai. Sang pemilik adalah kakak beradik Iman dan Allaa Ahmed al-Aulaqi. Mereka dapat ide kafe kucing dari seorang teman yang mengirimkan gambar sebuah kafe di Korea.

“Saya pertama kali mendengar tentang konsep cat cafe sekitar empat atau lima tahun yang lalu ketika seorang teman melakukan perjalanan ke Jepang. Saat itu, belum pernah ada konsep kafe seperti ini di Barat,” ucap Mike Jones, salah seorang pendiri kafe The Cat Lounge di Auckland, Selandia Baru, bekerjasama sama dengan Vicky Chapman. Kafe kucing Ini juga menjadi kafe bertema kucing yang  pertama di Selandia Baru.

Kafe kucing lainnya juga ada di Oseania, dengan pembukaan pertama di Melbourne, Australia, tahun kemarin.

Sebagai negara yang terus berkembang maju menghadapi peningkatan urbanisasi dan kepadatan perumahan membuat Anda semakin sulit untuk memiliki sekor kucing.

Dengan kondisi ini, kafe kucing menyediakan tempat di mana orang dapat bersantai dan bermain dengan hewan peliharaan, tanpa harus khawatir untuk merawatnya.

Kafe bertema kucing lucu juga memberikan tanggung jawab sosial, sebab sebagian besar pemilik kafe kucing mengadopsi kucing yang terlantar.

Kafe Kucing pertama di London bernama Ginger & Tom akan dibuka pada bulan Oktober nanti.

Anna Kogan Nasser, sang pemilik, sudah melakukan perjalanan ke sebuah kafe kucing di Hong Kong dan berharap ingin mengunjungi salah satunya di Jepang.

“Tidak semua orang mampu untuk mengurus hewan dan masyarakat juga semakin lebih maju dan bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan. Mereka semakin sadar untuk tidak terburu-buru membeli hewan peliharaan. Pada saat yang sama mereka juga tak bisa hidup tanpa makhluk lucu seperti kucing yang dapat memberikan ketenangan, menyenangkan dan bahkan memiliki manfaat kesehatan,” jelas Jones.

“Kafe kucing mengisi kekosongan di kota-kota di mana orang tidak bisa menikmati suasana alam, hewan dan ketenangan.”

Jones menghubungkan kasih sayang kucing dengan manusia lewat kalimat sederhana, “Manusia telah mempunyai hubungan panjang dengan kucing ratusan tahun lamanya. Saya tidak melihat perubahan dalam waktu dekat ini. Kita semua sangat mencintai sahabat lucu berbulu itu.”

Jika kucing bukan hewan favorit Anda, Korea juga menawarkan kesempatan bersantai dengan hewan lainnya seperti anjing, domba, kelinci bahkan reptil.

Kafe anjing yang paling terkenal di Korea berjumlah 191, diikuti oleh kafe kucing dengan jumlah 78, menurut Advokat Korea Animal Rights.

Banyak kafe di Korea bertema hewan terkonsentrasi di Hongdae dan Myeong-dong daerah Seoul.

Di Tanah Air juga ada beberapa kafe kucing, antara lain Cutie Cats Cafe dan The Cat Cabin yang keduanya ada di Kemang, Jakarta Selatan.