Ini Kenapa Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan Kita

Ini Kenapa Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan Kita

Ini Kenapa Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan Kita

Ini Kenapa Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan Kita – Apa yang ada di benak kalian sewaktu mendengar kata Burung hantu. pasti seram bukan? kenyataannya tidak begitu kok.

Burung hantu adalah hewan yang cerdas, ramah pada manusia dan mudah dijinakkan. Tapi biarpun begitu ingin memeliharanya, kamu tidak boleh sembarangan loh. Inilah alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan!

1. Burung hantu perlu ruangan yang besar dan tidak dikurung di dalam sangkar 

Burung hantu bukan binatang peliharaan yang mudah bagi pemula. Yang harus kamu ketahui, burung hantu perlu ruangan yang luas dan tidak bisa dikurung di dalam sangkar.

Di alam liar, burung hantu terbang diam-diam tanpa suara supaya mangsanya tidak menyadari kehadirannya. Selain itu, mereka perlu sering-sering terbang, jangan mengikat kakinya terus-menerus.

2. Burung hantu memakan daging, bisa hidup atau mati

Berbeda dengan burung hias seperti lovebird, burung hantu tidak bisa diberi makan biji-bijian, pelet atau sayur dan buah segar. Burung hantu merupakan hewan karnivora, di alam liar mereka akan berburu untuk memperoleh makanan. Mereka biasa memakan tikus, kelinci kecil, ayam kecil hingga marmut.

Kamu bisa memberi pakan dalam kondisi hidup atau mati. Selain itu, kamu juga bisa memberinya daging sapi atau ayam mentah.

3. Merupakan hewan yang independen 

Di alam liar, burung hantu adalah hewan yang soliter dan independen. Mereka biasa tinggal dan berburu sendiri, atau bersama dengan pasangan dan anaknya. Sifatnya ini membuat burung hantu kerap menyerang orang lain (selain pemiliknya) karena dianggap sebagai ancaman.

Burung hantu terikat secara emosional dengan pemiliknya, apalagi jika dirawat dengan baik. Itulah mengapa, saat kita jatuh sakit dan tidak bisa merawatnya, mereka akan menjadi stres dan depresi. Burung hantu akan semakin stres apabila mereka dipindah ke pemilik lain karena mereka menganggap pemiliknya sebagai keluarga.

4. Menuntut banyak perhatian dari pemiliknya 

Meski tampangnya terlihat imut dan menggemaskan, burung hantu merupakan attention seeker. Mereka membutuhkan dan menuntut banyak perhatian dari pemiliknya.

Burung hantu akan memekik keras agar diperhatikan dan dituruti kemauannya. Dan mereka akan stres apabila diabaikan.

Hal ini akan menjadi masalah apabila kamu tinggal di lingkungan padat penduduk. Suara burung hantu yang keras akan mengganggu kenyamanan tetangga.

5. Bulunya sering rontok, harus rajin dibersihkan

Bulu cantik burung hantu akan rontok dan berganti baru setiap tahun. Mereka juga sering memuntahkan pelet, yakni makanan yang tidak tercerna, seperti tulang, bulu, cakar dan gigi. Bulu dan pelet harus segera dibuang dan dibersihkan, karena tidak baik bagi kesehatan burung hantu.

Nah, itulah alasan mengapa burung hantu tidak cocok jadi binatang peliharaan. Demi kebaikan, sebaiknya kamu tidak usah memelihara, ya!