Hewan Ini Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan

Hewan Ini Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan

Hewan Ini Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan

Hewan Ini Bisa Bertahan Hidup Tanpa Makan – Makan dan minum merupakan salah satu hal paling vital yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Baik manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, semuanya butuh asupan makanan tiap harinya. Manusia hanya mampu bertahan hidup tanpa makan selama kisaran waktu 21-40 hari, sementara hewan dan tanaman bervariasi.

Kondisi alam liar yang tak sewaktu-waktu menyediakan makanan dengan mudah, membuat hewan harus beradaptasi untuk bertahan hidup. Beberapa dapat menahan lapar berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.

Setiap makhluk hidup tentu akan membutuhkan asupan makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan energi.

Namun bagi sebagian makhluk hidup misalnya hewan, mereka bisa bertahan hidup tanpa harus makan atau minum dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ada yang mampu bertahan dalam waktu dua minggu hingga bahkan 30 tahun.

Kucing – 2 Minggu

Bergantung pada jumlah air dan makanan yang awalnya mereka konsumsi serta kesehatan mereka secara keseluruhan, kucing dapat bertahan selama 2 minggu tanpa makanan.

Ular – 1 tahun

Seperti reptil pada umumnya, ular tidak dapat mengatur suhu tubuh karena termasuk hewan berdarah dingin. Temperatur tubuh mereka mengikuti suhu lingkungan di sekelilingnya. Di saat hewan-hewan lain melakukan hibernasi, ular tetap terjaga pada musim dingin.

Ular bisa tidak makan hingga enam bulan, bahkan setahun lamanya. Mereka mengurangi kecepatan metabolisme secara signifikan dan masih bisa tumbuh berkembang pada masa-masa tanpa makanan itu. Mereka bertahan hidup dari cadangan energi yang disimpan di dalam tubuh.

Buaya – 3 tahun

Sama seperti ular, buaya termasuk hewan berdarah dingin. Sebagai predator berdarah dingin, buaya memiliki sistem metabolisme yang sangat lamban. Mereka biasa tidak makan hingga berbulan-bulan. Pada masa-masa kritis, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan hingga tiga tahun lamanya.

Buaya menyimpan cadangan makanan yang cukup dan cenderung menyimpan energi dengan tidak banyak bergerak. Perut mereka juga memiliki kandungan asam paling tinggi, membuat mereka dapat mencerna tulang, kuku, tapak kuda, dan tanduk dengan mudah.

Kura-kura Galapagos – 1 tahun

Kura-kura Galapagos termasuk hewan berdarah dingin dengan metabolisme yang lamban. Mereka dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama setahun. Cadangan lemak dan air mereka terbilang besar. Mereka juga mampu menguraikan lemak tubuh menjadi air sebagai hasil tambahan.

Kutu Laut Raksasa (Giant Isopod) – 4 tahun

Kutu laut raksasa merupakan salah satu spesies isopoda besar yang hidup di perairan laut dalam. Mereka biasa memakan bangkai-bangkai ikan, tetapi juga bisa menjadi predator dengan memangsa teripang dan hewan-hewan laut kecil lainnya. Dikarenakan jarangnya jumlah makanan di perairan laut dalam, mereka dapat beradaptasi untuk tidak makan hingga lebih dari empat tahun lamanya.

Taeko Kimura, seorang ahli ekologi kelautan Universitas Mie di Jepang, menjelaskan via Japan Times, bahwa isopoda besar selalu berada pada kondisi semi-hibernasi. Jarangnya makanan di perairan laut dalam mengharuskan mereka menghemat energi. Kutu laut raksasa juga menyimpan cadangan lemak di hati mereka.

Olm – 10 tahun

Olm merupakan salamander air dengan panjang rata-rata 20-30, dan dapat tumbuh hingga 40 cm. Olm telah beradaptasi dengan tempat tinggal mereka di dalam air dan bawah tanah, membuat kebanyakan dari mereka buta, tetapi masih bisa mendeteksi cahaya.

Seperti ular, olm menelan bulat-bulat makanannya. Mereka makan dalam jumlah banyak sekaligus, dan menyimpan nutrisinya di hati. Ketika makanan jarang, olm mengurangi pergerakan dan melambatkan metabolismenya.

Tanpa makanan, mereka mampu bertahan hidup hingga sepuluh tahun. Pada masa-masa kritis, olm akan mengonsumsi dan menyerap kembali jaringan tubuhnya.