Banyuwangi Siapkan Konsep Wisata New Normal

Banyuwangi Siapkan Konsep Wisata New Normal

Dapat Angin Segar, Banyuwangi Siapkan Konsep Wisata New Normal

Banyuwangi Siapkan Konsep Wisata New Normal – Era New Normal sektor pariwisata Banyuwangi bangun strategi. Dalam menghadapi kenormalan baru kunjungan wisatawan ke Bumi Belambangan. Pemerintah Kabupaten bersama Staf Dinas Terkait Pariwisata siapkan strategi dalam membangun kembali geliat pariwisata di Banyuwangi.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan rencana itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata Wishnutama Kusbandio. Ada tiga daerah yang akan didahulukan dalam konsep new normal nanti. Pertama ialah Bali. Kedua, Banyuwangi. Bintan, Kepulauan Riau menyusul setelahnya.

Pemkab Banyuwangi segera kebut persiapannya

Setelah menerima kabar penunjukkan itu, Anas pun menginstruksikan seluruh jajaran dinas terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi bersiap. “Kami siapkan ground handling sampai hotel kemudian protokol restoran yang layak bagaimana menggunakan APD (alat pelindung diri). Kita siapkan didampingi puskesmas,” katanya.

Tak hanya di tempat wisatanya, yang juga penting menurutnya yaitu terkait hotel, restoran dan transportasi. “Kami bersiap, pilih beberapa destinasi dan hotel. Bahkan di banyuwangi ada hotel yang siap satu paket dengan rapid test,” dia menambahkan.

Inovasi dan Ide Baru Akhirnya Kembali Menjadi Kunci Untuk Menggerakkan Daerah

Angin segar di tengah defisit PAD Banyuwangi

Penutupan objek wisata selama pandemik COVID-19 telah berdampak besar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi. Anas mengasumsikan, jika kondisi seperti ini berlangsung sampai Desember mendatang, PAD Banyuwangi defisit sejumlah Rp500 miliar.

Oleh karena itu pembukaan kembali pariwisata dalam era new normal nanti, menjadi angin segar yang segera direspons politikus PDI-Perjuangan itu untuk menghidupkan kembali Banyuwangi.

Berencana juga terbitkan Perbup

Nantinya, Anas berencana menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) supaya sektor publik di Banyuwangi beroperasi kembali. Namun tetap menggunakan aturan sesuai protokol kesehatan COVID-19. Seperti pengaturan jumlah pengunjung, wajib pakai masker dan tidak boleh ada antrean panjang yang bisa menciptakan kerumunan massa.

“Dengan protokol kesehatan kita harus bersiap. Dengan new normal ini kita akan menyiapkan budaya bersih yang baru dan disiplin. (Maka dari itu) perlu sosialisasi dari sekarang,” ucap dia.