Anis Sisik, Si Burung Kicau dari Pegunungan

Anis Sisik, Si Burung Kicau dari Pegunungan

Anis Sisik, Si Burung Kicau dari Pegunungan

Anis Sisik, Si Burung Kicau dari Pegunungan,- Indonesia merupakan surga bagi burung-burung, termasuk didalamnya golongan burung kicau. Salah satunya burung Anis sisik. Bernama latin Zoothera dauma, Anis Sisik merupakan salah jenis burung kicau berukuran besar dari keluarga Turdidae dan genus Zoothera.

Burung Anis sisik adalah salah satu dari 39 jenis burung anis yang juga dikenal dengan nama common scaly thrush. Anis sisik umumnya berhabitat di pegunungan lebat yang salah satunya Negara Indonesia. Burung anis sisik memiliki ukuran cukup besar sekitar 28 sampai 30 cm dengan berat tubuh sekitar 88 sampai 130 gram saja.

Secara umum penampilan burung anis sisik berwarna coklat bersisik. Pada tubuh bagian atas berwarna coklat dan bagian bawah putih, dengan bulu sayap membentuk motif renda berwarna kuning emas dan hitam. Dengan iris coklat dan paruh berwarna hitam dengan kaki berwarna kuning.

Anis sisik sangat menyukai tempat yang teduh, seperti hutan di pegunungan. Selain itu burung ini juga sering tampak mencari makan di tanah yang lembab. Karena di kondisi tanah seperti itulah banyak terdapat makanannya, seperti binatang kecil, cacing dan yang lainnya yang banyak terdapat di tanah yang lembab.

Dalam buku Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan karya John MacKinnon, Karren Phillips, dan Bas Van Balen (Burung Indonesia-LIPI, 2010) disebutkan Anis sisik banyak terdapat di pegunungan Sumatera Utara sampai dengan Gunung Kerinci berketinggian antara 2000-3000 m. Juga di daerah pegunungan di Jawa dan Bali. Hanya saja, burung ini jarang dijumpai di Kalimantan.

Sudah lama burung kicau di Indonesia diperdagangkan untuk keperluan hobi belaka. Di berbagai tempat sering terlihat perlombaan burung kicau ini di beberapa tempat. Dan perputaran uang di belakang jual beli burung kicau ini tidak main-main.

Harga satu ekor burung anis, bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Belum lagi kalau burung ini pernah menjuarai kompetisi atau mempunyai suara yang bagus, harganya bisa melambung beberapa kali lipatnya.

Walaupun memang si Anis sisik ini status perlindungannya masuk dalam kategori resiko rendah, tetapi upaya pelestariannya harus dimulai dari sekarang. Sebelum nasibnya sama dengan burung kacamata yang keberadaannya di alam semakin menghilang.

“Edukasi dan mainstreaming biodiversity kepada masyarakat dan para pihak, meningkatkan peraturan-peraturan lokal terkait sumber daya alam, misalnya melalui peraturan desa, monitoring populasi di kawasan konservasi maupun non konservasi, bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan,” kata Ria Saryanthi dari Burung Indonesia ketika dihubungi Mongabay Indonesia, Rabu (25/3/2020).