Kebun Binatang Pakistan Ditutup Karena Memiliki Rekor yang Buruk

Kebun Binatang Pakistan Ditutup Karena Memiliki Rekor yang Buruk

Kebun Binatang Pakistan Ditutup Karena Memiliki Rekor yang Buruk – Kebun binatang atau taman margasatwa adalah tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik. Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang berfungsi sebagai tempat pendidikan, riset, dan tempat konservasi untuk satwa terancam punah.

Kebun binatang satu-satunya di ibu kota Pakistan yang kerap mendapatkan kecaman akibat buruknya pelayanan terhadap satwa, akhirnya resmi ditutup pada Rabu lalu (16/17), berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh juru bicara kementerian perubahan iklim. Penutupan itu terjadi usai dua satwa penghuni terakhirnya yang terabaikan berhasil dipindahkan menuju perlindungan di negara Yordania.

Kondisi mengerikan di kebun binatang “Marghazar” sebelumnya menyedot perhatian internasional secara besar ketika kasus gajah bernama Kaavan yang hidup selama lebih dari 30 tahun di sana muncul ke permukaan. Perlakuan buruk yang diterima oleh “gajah paling kesepian” tersebut telah mengundang para aktivis dan bintang ikonik hollywood, Cher, untuk terlibat dalam sebuah APK IDN Poker Android kampanye petisi online yang diperjuangkan hingga ke jalur hukum. Pada Mei lalu, kasus itu pun berhasil selesai dengan keputusan pengadilan yang meminta agar Kaavan dan semua satwa yang tersisa, agar segera dipindahkan dari kebun binatang menuju tempat lain yang lebih layak.

1. Beruang Himalaya jadi spesies terakhir yang dipindahkan

Hewan terakhir yang dipindahkan dari kebun binatang tersebut adalah dua spesies beruang coklat himalaya bernama Suzie dan Bubloo. Keduanya diterbangkan menuju kerajaan Yordania dengan bantuan dari Yayasan Putri Alia, milik putri tertua mendiang Raja Hussein. Setibanya di sana, kedua hewan itu rencananya akan dibawa untuk tinggal di tempat perlindungan setinggi 1.100 meter di atas permukaan laut agar mereka dapat merasakan kehidupan bersalju yang dingin sesuai dengan habitat alaminya, melansir dari Associated Press.

Seperti semua satwa yang pernah tinggal di kebun binatang Marghazar, kedua beruang itu sebelumnya juga ikut menjalani kehidupan yang tidak layak dan dalam kondisi kesehatan gizi yang sangat buruk, ungkap Dr. Amir Khalil selaku perwakilan dari organisasi kesejahteraan hewan Four Paws International. Khalil juga berkata bahwa kedua beruang tersebut telah menunjukkan perilaku stereotip untuk hewan yang mengalami penganiayaan bertahun-tahun.

Selain itu, selama tinggal di sana kedua beruang juga kerap dijadikan sebagai “Beruang Penari”, yakni kondisi dimana beruang dilatih untuk menari diatas sebuah piring panas dengan cakar yang hanya dilindungi olesan vaseline. Ketika beruang dibuat menginjak piring tersebut, mereka akan menggerakkan kaki ke atas dan ke bawah sementara disaat bersamaan musik dimainkan. Khalil berkata bahwa praktek ‘menghibur’ semacam itu sangatlah menyakitkan bagi beruang, khususnya karena mereka memiliki pendengaran yang buruk dan tidak suka dengan musik.

“Saat ini penting untuk berbicara tentang kemanusiaan, dan ketika Anda berbicara tentang kemanusiaan, itu bukan hanya tentang manusia. Orang yang baik harus baik kepada manusia dan hewan, ”kata Khalil.

2. Ada 960 hewan yang pernah tinggal di kebun binatang Marghazar
Miliki Rekor Buruk, Kebun Binatang di Pakistan Resmi Ditutup

Kebun Binatang di Islamabad didirikan pada tahun 1978 di atas lahan seluas 10 hektar. Selama itu, ada sekitar 960 hewan yang telah menghuni tempat tersebut tetapi 500 diantaranya ‘hilang’ tanpa diketahui nasibnya.

Tidak hanya Marghazar saja, tetapi secara keseluruhan kebun binatang hewan di Pakistan telah terkenal karena kondisi buruknya. Terlebih, negara tersebut memiliki undang-undang yang sedikit dalam memastikan kesejahteraan satwa. Berbagai laporan satwa yang meninggal di kebun binatang pun terus terjadi, bahkan di saat nasib mereka di pengadilan sedang diperjuangkan.

Saat ini, pihak berwenang mengungkapkan bahwa kebun binatang yang ditutup itu nantinya akan segera diubah dan dikembangkan untuk menjadi pusat konservasi satwa liar. Untuk tidak mengulang kesalahan yang sama, pihak berwenang pun akan bekerja sama dengan Khalil dan organisasinya serta menginvestasikan jutaan dolar untuk dana pembangunan.

3. Nasib terkini Kaavan si ‘gajah paling kesepian’

Sementara itu, Kaavan yang dijuluki sebagai “gajah paling kesepian di dunia” karena menghuni kebun binatang tersebut sendirian selama bertahun-tahun. Tanpa teman satu spesies dan dalam kondisi memprihatinkan. akhirnya berhasil dipindahkan ke suaka margasatwa di Kamboja pada akhir bulan November lalu.

Selama pemindahannya Kaavan diangkut oleh peti khusus buatan Rusia dengan lebih dari 200 kg makanan disiapkan untuk membuatnya tenang. Proses pemindahan pun dilaporkan telah berjalan dengan lancar. Dan Kaavan bahkan mulai terlihat berinteraksi dengan sesama spesies gajah lainnya. Untuk pertama kali sejak bertahun-tahun lamanya.

Neth Pheaktra, Sekretaris Negara dan juru bicara Kementerian Lingkungan Kamboja pun memuji Four Paws. Dan penyanyi Cher atas upaya mereka membantu Kaavan selama ini. Ia pun menyambut Kaavan dengan senang hati. Dan berharap agar hewan itu tidak akan lagi menjadi gajah paling kesepian di dunia.