Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain & Termasuk Unta

Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain & Termasuk Unta

Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain & Termasuk Unta – Hewan, binatang, fauna, margasatwa, atau satwa adalah organisme eukariotik multiseluler yang membentuk kerajaan biologi Animalia. Dengan sedikit pengecualian, hewan mengonsumsi bahan organik, menghirup oksigen, dapat bergerak, bereproduksi secara seksual, dan tumbuh dari bola sel yang berongga, blastula, selama fase perkembangan embrio. Lebih dari 1,5 juta spesies hewan yang masih hidup telah dideskripsikan—sekitar 1 juta di antaranya adalah serangga—tetapi diperkirakan ada lebih dari 7 juta spesies hewan secara keseluruhan.

Setiap jenis hewan di dunia ini memiliki habitat alaminya masing-masing. Habitat alaminya itu biasanya terdapat di suatu negara atau wilayah, sehingga hewan-hewan tersebut menjadi khas negara atau wilayah tersebut. Misalnya, kamu pasti gak heran jika menemukan singa di negara-negara Afrika, karena singa memang secara alami berhabitat di sana.

Namun, terkadang manusia bisa turut campur dalam persebaran hewan. Ada beberapa jenis hewan yang dibawa dari negara aslinya dan diperkenalkan ke negara lain, hingga akhirnya membentuk populasi baru di situ. Inilah contoh idn poker versi lama hewan yang dibawa manusia dan diperkenalkan ke daerah lain.

1. Unta di Australia 

6 Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain, Termasuk Unta

Unta adalah hewan padang pasir yang berasal dari Timur Tengah dan Afrika. Tapi tahukah kamu bahwa di Australia juga terdapat populasi unta liar? Jumlahnya bahkan diperkirakan mencapai 300 ribu ekor. Tentu, unta-unta tersebut bukan asli Australia. Mereka dibawa oleh manusia sehingga menciptakan populasi baru di sana.

Laman BBC menyebut bahwa unta pertama kali dibawa ke Australia pada abad ke-19 oleh para penjajah Inggris yang kala itu menetap di India, Afghanistan, dan Timur Tengah. Tujuannya adalah untuk membantu transportasi dan pembangunan di Australia. Jenis untanya sendiri adalah unta dromedari alias unta berpunuk satu (Camelus dromedarius).

Karena iklim di Australia kering dan banyak terdapat gurun pasir, unta-unta tersebut pun bisa beradaptasi dengan sangat baik. Namun unta kemudian menjadi spesies invasif yang merugikan banyak spesies asli Australia. Maka, pemerintah Australia telah melakukan banyak upaya pengendalian populasi mereka, biasanya dengan penembakan.

2. Bebek mandarin di Britania Raya 

6 Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain, Termasuk Unta

Bebek berpenampilan cantik ini adalah bebek mandarin (Aix galericulata), dan dari namanya saja kamu pasti tahu dari mana mereka berasal. Ya, bebek mandarin adalah bebek asli Tiongkok, dan mereka juga terdapat di Jepang dan Siberia, Rusia. Tapi ternyata bebek ini juga punya populasi liar di Britania Raya. Kok bisa?

Laman Animal Diversity menyebut bahwa bebek mandarin sudah dibawa ke Britania Raya sejak tahun 1745. Mereka sengaja dikembangbiakkan di penangkaran di sana. Namun kemudian bebek ini lepas, atau sengaja dilepaskan, ke alam liar. Diperkirakan, ada sekitar 4.400 pasang bebek mandarin yang hidup di Britania Raya.

3. Walabi di Inggris 

6 Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain, Termasuk Unta

Tidak hanya bebek mandarin, Inggris juga jadi rumah baru bagi sekawanan walabi liar yang didatangkan dari Australia. Walabi adalah hewan keluarga kanguru yang berukuran rata-rata lebih kecil dari kanguru. Laman CBC menyebut bahwa spesies walabi yang ada di Inggris adalah walabi berleher merah (Macropus rufogriseus), dan mereka didatangkan sejak 1890.

Tujuannya adalah untuk dipelihara di kebun binatang serta koleksi pribadi. Namun beberapa walabi kemudian dilepaskan dan sebagian lagi memang kabur. Populasi walabi liar di Inggris sendiri tak diketahui, namun dilaporkan ada 95 laporan penglihatan antara tahun 2008 hingga 2018. Sejauh ini, belum diketahui apakah mereka menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem di Inggris.

4. Kuda nil di Kolombia 

6 Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain, Termasuk Unta

Kamu pasti tahu bahwa kuda nil (Hippopotamus amphibius) adalah hewan asli Afrika. Maka bagaimana mereka sampai bisa punya populasi liar di Kolombia, Amerika Selatan? Dilansir ABC News, populasi kuda nil liar di Kolombia berjumlah sekitar 80 ekor, dan mereka adalah keturunan dari 4 kuda nil yang awalnya dibawa oleh Pablo Escobar ke Kolombia pada 1980-an.

Pablo Escobar sendiri adalah seorang bandar narkoba yang sangat berkuasa kala itu. Ia memiliki kebun binatang pribadi dengan luas lebih dari 2.000 hektar! Selain kuda nil, di kebun binatang tersebut juga ada hewan Afrika lain seperti jerapah dan gajah.

Pablo Escobar akhirnya meninggal pada 1993. Kebanyakan hewan di kebun binatangnya kemudian dibawa ke tempat lain atau mati, tetapi keempat kuda nil tersebut dibiarkan bebas dan berkembang biak. Kini, keberadaan mereka menimbulkan kekhawatiran dari para penduduk setempat, sehingga pemerintah harus memikirkan tindakan terbaik untuk mereka.

5. Anjing rakun di Eropa 

6 Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain, Termasuk Unta

Anjing rakun (Nyctereutes procyonoides) adalah sejenis hewan keluarga anjing yang memiliki penampilan mirip rakun. Mereka berasal dari Asia Timur, dan di Jepang mereka terkenal dengan nama tanuki. Hewan ini memiliki rambut tebal dan halus yang banyak dipakai untuk bahan pakaian, dan itulah awal mula mereka bisa tersebar sampai ke Eropa.

Ya, anjing rakun awalnya dibawa ke Eropa untuk dikembangbiakkan dan diambil rambutnya. Namun karena lepas ke alam bebas, mereka pun tersebar luas, bermula dari Eropa Timur hingga akhirnya ke Eropa Barat. Karena merupakan spesies invasif, BBC melaporkan bahwa pengendalian populasi anjing rakun pun dilakukan di banyak negara Eropa.

6. Makaka rhesus di Florida 

6 Hewan yang Diperkenalkan Manusia ke Negara Lain, Termasuk Unta

Sementara makaka rhesus (Macaca mulatta) yang berasal dari Asia Tenggara kini memiliki populasi liar di Amerika Serikat, tepatnya di Florida. Diceritakan National Geographic, semuanya bermula pada 1938 ketika 6 ekor makaka rhesus dilepaskan ke sebuah pulau kecil untuk atraksi pertunjukan bertema Tarzan.

Namun karena makaka rhesus pandai berenang, mereka pun lepas ke hutan dan berkembang biak di sana. Enam makaka tambahan yang didatangkan juga kabur, sehingga akhirnya populasi makaka liar malah semakin bertambah. Sempat ada upaya pengendalian populasi dengan membunuh hingga ribuan makaka, tapi tetap tidak bisa menyingkirkan mereka semua.

Kini, jumlah makaka rhesus liar yang ada di Florida berkisar 300 ekor. Terdengar tidak terlalu banyak, tapi diperkirakan jumlah itu akan naik jadi dua kali lipat pada 2022 jika tidak dikendalikan. Apalagi, makaka rhesus bisa membawa virus herpes B yang mematikan. Maka pemerintah setempat perlu memikirkan rencana untuk meminimalisir resiko penularan yang bisa terjadi.

Itulah enam spesies hewan yang dibawa dari daerah asalnya ke negara lain oleh manusia. Terlihat bahwa seringkali hal itu menimbulkan masalah, seperti terganggunya ekosistem asli di daerah tersebut ataupun ancaman bagi manusia. Maka jelas bahwa campur tangan manusia terhadap kehidupan hewan liar bisa menimbulkan efek buruk yang tidak disangka.